"Belajar Itu Indah"

Konfigurasi Routing

a. Hidupkan komputer dan login sebagai root

b. Menambahkan IP yang akan di routing dengan masuk ke file interfaces dengan menggunakann perintah ( vi /etc/network/interfaces )

Tambahkan konfigurasi sesuai dengan NIC yang kita punya misalkan kita hanya mempunyai 2 NIC ( 1 dari komputer dan 1 tambahan) maka kita perlu mengkonfigurasinya kembali. lihat gambaran dibawah ini

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.220
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.1

auto eth1
iface eth1 inet static
address 172.60.31.1
netmask 255.255.255.0
network 172.60.31.0
broadcast 172.60.31.255
gateway 172.60.30.1

c. Setelah pengkonfigurasian selesai simpan dengan menggunakan perintah (wq!)

d. Kemudian pasangkan kabel Straighe yang telah di install sebelumnya keserver dan menyambung ke hub

e. Setelah itu untuk eth0 pasangkan kabel Cross ke client dan menyambung ke server

f. Kemudian tes apakah ke 2 NIC tersebut sudah terbaca oleh system operasi dengan menggunakan perintah (mii-tool)

g. Dan untuk melihat jenis driver NIC dapat menggunakan perintah (lspci)

h. Pada step installasi. DHCP telah diinstall dan dikonfigurasi namun agar IP yang dirouting dapat dijalankan maka konfigurasi diganti dengan memasukkan IP yan baru .lihat gambaran dibawah ini:

Sebelum mengalami perubahan konfigurasi

optiondomain-name “ica.com” (sesuai dengan domain saat penginstalan)

optiondomain-name-servers “ns1.ica.com”(dapat juga menggunakan IP)

subnet (masukkan IP network) 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {

range (batas IP yang diberikan ke client) 192.168.10.222 192.168.10.230;

options routers (masukkan IP gateway) 192.168.10.1;

}

Sesudah mengalami perubahan konfigurasi

optiondomain-name “ica.com”

optiondomain-name-servers “192.168.10.1, 118.98.165.57, 202.134.0.155”(IP server yang akan dilewati)

subnet 172.60.31.0 netmask 255.255.255.0 {

range 172.60.31.11 172.60.31.22;

options routers 172.60.30.1; ( IP router server yang memberikan DHCP pada client)

}

i. setelah konfigurasi selesai maka di simpan dengan menggunakan perintah (wq!)

j. kemudian untuk menambahkan atau melihat jumlah eth yang digunakan dapat menggunakan perintah ( vi /etc/network/ifstate). Maka akan tampil

lo=lo

eth0=eth0(Ethernet pertama)

eth1=eth1(Ethernet kedua)

setelah itu simpan dengan menggunakan perintah (wq!)

k. setelah itu service terlebih dahulu network nya dengan menggunakan perintah (/etc/init.d/networking restart)

l. setelah network diservice kita dapat melihat IP yang kita konfigurasi dengan menggunakan perintah (ifconfig). Jika kita hanya ingin melihat IP di eth0 ataupun di eth1 saja dapat menggunakan perintah (ifconfig eth0)(ifconfig eth1)

m. kemudian agar client dapat mengecek IP server maka kita harus menambahkan file konfigurasi di rc dengan menggunakan perintah ( vi /etc/init.d/rc) setelah masuk ke file tersebut maka tambahkan file konfigurasi dan letak saja di barisan akhir. File konfigurasi tersebut ( /sbin/iptables –t nat –A POSTROUTING

–s(masukkan IP network router) 172.60.31.0/24 –d 0.0.0.0/0 MASQUERADE)

Setelah penambahan file konfigurasi selesaii maka simpan dengan menggunakan perintah (wq!)

n. setelah semuanya selesai maka server dapat mengetes apakah server kita sudah terhubung ke server utama .dan dapat menggunakan perintah ping (masukkan IP server) contoh : ping 202.134.0.155 jika balasan reply berarti berhasil.

o. Kemudian untuk mengecek POSTROUTING sudah jalan atau belum dapat menggunakan perintah (iptables –t nat –L). jika belum berhasil maka komputer harus di reboot.

p. Setelah proses reboot selesai login sebagai root kemudian tes kembali POSTROUTING dengan menggunakan perintah (iptables –t nat –L) jika sudah berhasil maka pada bagian POSTROUTING akan ada keterangan tambahannya

Pengetesan pada client

1. hidupkan komputer

2. pastikan jaringan client sudah terhubung dengan komputer server menggunakan kabel cross

3. pengaturan IP dapat menggunakan IP static ataupun Dinamic(apabila pada server telah di install dan dikonfigurasi DHCP nya)>dengan cara memilih menu control panel>network and internet connections> network connections>klik kanan pada LAN > properties> internet protocol (TCP/IP)> properties> obtain an IP address automatically>obtain DNS server address automatically>ok( cara menggunakan IP Dinamic) atau dapat juga menggunakan cara menggunakan IP static>dengan cara memilih menu control panel>network and internet connections> network connections>klik kanan pada LAN > properties> internet protocol (TCP/IP)> properties> use the following IP address ( masukkan IP address yang diberikan ke client)>use the following DNS server addres (masukkan IP DNS)>ok

4. setelah itu periksa terlebih dahulu apakah jaringan client benar-benar telah terhubung pada server > Windows + r >ketikkan cmd> ping alamat server (172.60.31.1)> jika balasannya reply maka sudah berhasil >setelah itu ping ke alamat server utama (ping 202.134.0.155) atau dapat juga dengan melihat IP server sekaligus IP client dengan menggunakan perintah (ipconfig /all)> untuk melihat IP server mana saja yang akan dilewati maka dapat menggunakan perintah (tracert 202.134.0.155) pada commend prompt yang kita gunakan tadi

5. apabila tampilannya sudah ada menampakkan IP server yang dilalui maka kita sudah berhasil dan konfigurasi kita selesai

Comments on: "Konfigurasi Routing" (4)

  1. Blognya bagus juga, ma kasih .

  2. Terima kasih ya ilmunya kk…

  3. […] Konfigurasi Routing […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: